Personal
8 October 2008 11:05 am

Istri Saya Kembali Bekerja

Hari ini, 8 Oktober 2008, istri saya kembali bekerja setelah hampir 2 tahun resign sebagai Sekretaris dari perkerjaan lamanya di Presiden Executive Club-PEC (salah satu anak perusahaan dari Jababeka Group), setelah “istirahat” cukup lama akhirnya istri saya kembali bekerja sebagai Sekretaris di Bakrie Corrugated Metal Industry, lokasi kantor yang sangat dekat dengan rumah (Taman Wisma Asri, Bekasi) menjadi pertimbangan istri saya kenapa menerima tawaran ini, mungkin hal ini juga yang menjadi pertimbangan pihak perusahaan akhirnya menerima istri saya.

PIlihan untuk bekerja lagi bagi istri saya adalah pilihan yang dilematis, susah-susah gampang, karena harus meninggalkan anak kami (Syifa) sementara ini bersama nenek atau mbah putri/uti-nya (karena sampai saat ini kami belum juga mendapatkan pembantu rumah tangga/baby sitter), tapi toh setelah dipikir-pikir lokasi kerjanya yang dekat rumah dan workat well known company,  it’s an opportunity that difficult to turn down.

Kami berdua akhirnya mengambil keputusan untuk mencoba menjalani keadaan seperti ini dulu, sambil liat sikon, mungkin kalau tidak kunjung dapat pembantu rumah tangga/baby sitter atau mungkin Syifa jadi rewel ditinggal Bundanya, bukan tidak mungkin istri saya akan kembali resign dan di rumah saja.

Peristiwa mengharukan terjadi tadi pagi, ketika saya dan istri saya akan berangkat ke kantor, sebenarnya hal ini sudah saya perkirakan, mungkin nanti Syifa akan menangis karena akan ditinggal Bundanya, tapi kenyataanya justru malah istri saya yang berlinang air mata ketika pamit ke Syifa…

Berat… pasti berat sekali rasanya… meninggalkan anak yang sudah lebih dari 2 tahun tidak pernah lepas dari pangkuannya walaupun cuma beberapa jam saja, saya aja kalau mau pergi kerja kalau Syifa merengek supaya tidak kerja atau main dengan dia, berat sekali rasanya hati ini meninggalkan rumah…

Well, akhirnya dengan menguatkan hati, kami pun pergi meninggalkan Syifa di rumah bersama neneknya, mudah-mudahan Syifa tidak rewel atau kangen Bundanya, setidaknya sampai sore nanti, ketika kami kembali ke rumah.

Selamat bekerja lagi ya, Bunda ( masih inget ga pake Ms. Word? :D )
Syifa baik-baik ya di rumah…

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “ Istri Saya Kembali Bekerja ”


bend at 16 January 2010 10:27 pm

hi trismedia BLOG,
sama seperti yang sedang saya alami. ketika istri mulai bekerja (sudah 2 minggu) setelah resign selama 2 tahun dari PNS dan kembali bekerja pada PNS di bidang yang berbeda. untuk interaksi dengan putri kami terhadap kondisi ini boleh dibilang bisa di terima, namun justru interaksi saya dan istri sekarang yang berbeda, entah ini bagaian adaptasi kondisi sekarang atau hal lainnya. tapi saya pikir interaksi orang tua punya andil besar terhadap interaksi terhadap anaknya.
ko malah saya yang jadi sensitif, merasa tak berarti dan lain sebagainya. padahal saya tahu istri saya pun juga sedang adaptasi menghadapi status barunya, perlu dukungan juga.
punya sarann atau nasihat bro? gimana kondisi sekarang? :)

Tris Hartanto at 18 January 2010 10:06 am

hi bro,
Kenapa jadi sensitif, merasa tak berarti? Harusnya kan sebelum ambil keputusan (istri bekerja kembali) tersebut bro sdh mempertimbangkan konsekuensinya, plus minusnya. Pertanyaan mendasar yg lebih penting sebelum ambil keputusan adalah “Apakan perlu(harus) istri saya bekerja (lagi)?”
Segala sesuatunya pasti ada pengorbanan, kita tidak bisa memiliki semua yg kita mau.
Alhamdulillah kondisi kami sekeluarga baik2 saja :)

Leave a Reply